Dirasatul Qur'an Al-Karim adalah Lembaga Pendidikan pondok pesantren yang fokus pada Tahfidzul Qur'an
Selasa, 26 Mei 2026 | 9 Zulhijjah 1447 H
+6281392603221

Fiqh Puasa

Syarat Wajib Puasa

Beragama Islam Berakal (tidak gila) Baligh (dewasa) Mampu berpuasa

Syarat Sah Puasa

Beragama Islam Mumayyiz (anak yang bisa membedakan baik dan buruk, contohnya : bukan anak balita) Suci dari haidl dan nifas Dikerjakan pada waktu yang diperkenankan puasa, jika melaksanakan puasa pada waktu yang tidak diperbolehkan puasa, maka puasanya tidak sah. Dilarang berpuasa pada (1) Hari raya ‘Idul Fitri. (2) Hari raya ‘Idul Adha. (3) Hari Tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah

Rukun Puasa

Niat melaksanakan ibadah puasa, waktunya pada malam hari, sejak waktu Maghrib sampai waktu fajar (untuk puasa Ramadlan), pada puasa sunnah diperbolehkan niat di pagi harinya sampai menjelang waktu Dzuhur Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar di waktu Shubuh sampai terbenam matahari di waktu Maghrib.

Yang Membatalkan Puasa

المُفَطِّرَاتُ هِيَ: (١) القَيْءُ عَمْداً (٢) وُصُوْلُ عَيْنٍ إلَى الجَوْفِ مِنْ أحَدِ المَنَافِذِ (٣) الِجمَاعُ (٤) الاسْتِمْنَاءُ (٥) الحَيْضُ (٦) النِّفَاسُ (٧) الرِّدَّةُ

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa: 1. Dengan sengaja bermuntah 2. Memasukkan sesuatu kedalam tubuh melalui anggota yang terbuka (dari mulut, kedua telinga dan dubur). Yang masuk dari kedua mata, demikian pula suntik tidak membatalkan 3. Jima’ (bersetubuh) 4. Mengeluarkan mani dengan sengaja 5. Haid 6. Nifas 7. Murtad (keluar dari Agama Islam)

sumber : Mabadi' Fiqhiyah Jilid 3

Bagikan ke :