Dirasatul Qur'an Al-Karim adalah Lembaga Pendidikan pondok pesantren yang fokus pada Tahfidzul Qur'an
Jumat, 29 Mei 2026 | 12 Zulhijjah 1447 H
+6281392603221

Rasm Ustmani

RASM UTSMANI

Al-Faqir menjumpai beberapa iklan penjual Al-Qur'ān dengan klaim bahwa Al-Qur'ān terbitannya dengan penulisan Rasm Utsmani. Padahal sebenarnya semua Al-Qur'ān yang beredar diseluruh dunia saat ini adalah mushaf dengan Rasm Utsmani. Lalu apa sih sebenarnya Rasm Utsmani itu ?.

Rasm Utsmani adalah Al-Qur'ān yang ditulis pada masa Sayyidina Utsman bin Affan. Secara shurotul huruf (bentuk tulisan) Mushaf yang ditulis pada masa itu sengaja ditulis untuk mengakomodasi Tujuh Qira'at (Qiroah Sab'ah) menjadi satu standar induk, maka mushafnya saat itu dinamakan Mushaf Al-Imam. Karena pada masa itu terjadi banyak perbedaan bacaan, bahkan sampai tingkat saling mengunggulkan antara bacaan satu suku dengan suku lain, seperti : " Bacaan (Qiroat) kami lebih baik dari bacaan kalian ". Isu perbedaan lahjah bacaan inilah yang membuat Sayyidina Utsman prihatin akan nasib Al-Qur'ān dan umat Rasulullah nantinya, beliau khawatir nasib umat Rasulullah nantinya seperti kaum Yahudi dan Nasrani dalam hal tidak terjaganya keotentikan kitab Sucinya.

Yang istimewa dari Rasm Utsmani adalah bentuk tulisannya bisa mengakomodasi kandungan tujuh qiroat Shohihah. Maka dalam beberapa konteks kalimah dalam Al-Qur'ān Tidak jarang kita jumpai Rasm Utsmani ini berbeda dengan bentuknya standar al-khoth al-imla'i al-ishtilahi (al-Qowaid Al-Muhadatsah) , seperti salah satu contoh shurotul kalimah : ملك pada (Rasm Utsmani) dibandingkang مالك (al-Qowaid Al-Muhadatsah). Bentuk ملك dalam Qiraat Ashim yang diriwayatkan Hafs dibaca مالك. Selanjutnya contoh lain سكرى yang mengandung Qiroat Hamzah Kisa'i ini berbeda dengan al-Qowaih al-Muhadatsah سكارى mengikut wazan فعالى. Bagi Ulama Ahli Rasm sangat ta'jub akan keistimewaan Rasm Utsmani ini.

Maka dari itu Guru saya As-Syaikh Ahmad Bahauddin Noer Salim pernah menegaskan ke al-Faqir bahwa ilmu Tulisan Al-Qur'ān itu lebih tua dari Ilmu Nahwu yang diketemukan setelahnya.


Wallahu a'lam bishowab.

Bagikan ke :