Sifatul Huruf
Sifatul Huruf adalah salah satu dari hal tajwid dalam bacaan Al-Qur'an. Sifat huruf adalah sifat yang menjelaskan perihal suatu huruf. Melalui sifatnya, seseorang itu akan mampu membedakan suatu huruf itu dengan kondisi sebutannya seperti tertahan, berdesing, melantun dan sebagainya. Dengan mengetahui sifatnya, kita dapat membedakan lafal sebutan untuk huruf yang makhrajnya sama, kita akan dapat mengidentifikasi huruf yang kuat dan lemah atau huruf yang dilafazkan secara tebal dan tipis karena sifat yang ada pada hurufnya. Sifat huruf juga membantu mengetahui akurasi sebutan suatu huruf agar dapat dilafazkan dengan benar, terutama untuk huruf yang hampir sama sebutannya seperti huruf tsa (ث) dengan ḑźạǀ (ذ), ha' (ح) dengan ha (ﻫ).
Sifatul Huruf dibagi menjadi :
1) Sifat Wajib / lazimah (ﻻﺯﻣﻪ) — sifat tetap yang pasti ada untuk setiap sebutan huruf dalam semua kondisi, tidak terpisah dari suatu huruf itu sama ada pada kondisi berbaris maupun mati. Sifat ini juga dikenali sebagai "sifat yang berlawanan". Ada sepuluh sifat yang tergolong dalam kategori ini:
- Hams lawannya jahr
- Syiddah lawannya rakhawah (pertengahan untuk kedua-dua sifat ini dinamakan tawasut)
- Isti'la' lawannya istifal
- Itbaq lawannya infitah
- Idzlaq lawannya ismat
2) Sifat ‘aridhah (ﻋﺎﺭﻀﻪ) adalah sifat mendatang yang berubah-ubah untuk suatu huruf yang adakalanya terpisah dari huruf dan menyertainya pula pada kondisi yang lain seperti tarqiq (tipis), tafkhim (tebal), ghunnah, idgham, atau ikhfa', panjang atau pendek dan seumpamanya. Sifat ini juga dikenali sebagai "sifat yang tidak berlawanan". Ada tujuh sifat yang tergolong dalam kategori ini:
- Shafir (ﺻﻔﺮ) - Suara dari ujung mulut seakan-akan bersimpul
- Qalqalah (ﻗﻠﻘﻠﻪ) - melantun atau memantul
- Lin (ﻟﻴﻦ) - lembut
- Inhiraf (ﺇﻧﺤﺮﺍﻑ) - berbelok
- Takrir (ﺗﻜﺮﻳﺮ) - berulang
- Tafasysyi (ﺗﻔﺸﻰ) - bertebaran
- Istitolah (ﺇﺳﺘﻂﺎﻟﻪ) - panjang
Bagikan ke :
