MUROJAAH ADALAH KEBUTUHAN LAYAKNYA KEBUTUHAN MAKAN SEHARI-HARI BAGI PARA PENGHAFAL AL QUR'AN
"Bagi penghafal Al-Qur'an, murajaah bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan. Sebagaimana tubuh memerlukan makan tiga kali sehari, hati penghafal Al-Qur'an memerlukan murajaah setiap hari."
Murajaah bukan sekadar kegiatan mengulang hafalan. Murajaah adalah kebutuhan hidup bagi setiap penghafal Al-Qur'an.
Sebagaimana tubuh membutuhkan makan tiga kali sehari agar tetap kuat, hafalan Al-Qur'an juga membutuhkan "makanan" setiap hari, yaitu murajaah. Hafalan yang tidak dirawat perlahan akan memudar, bukan karena Al-Qur'an sulit dijaga, tetapi karena kita kurang menjaganya.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bahwa hafalan Al-Qur'an lebih cepat lepas daripada unta yang terlepas dari ikatannya. Karena itu, istiqamah dalam murajaah bukanlah pilihan, melainkan keharusan bagi setiap penempuh jalan Al-Qur'an.
Di Pondok Pesantren Dirasatul Qur'an Al-Karim, kami menanamkan kepada para santri bahwa target terbesar bukan hanya menambah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan hingga menjadi cahaya yang hidup di dalam dada. Sebab kemuliaan seorang hafiz bukan hanya pada banyaknya hafalan, melainkan pada kesetiaannya merawat kalam Allah setiap hari.
Semoga Allah ﷻ menguatkan langkah para penghafal Al-Qur'an, melapangkan dada mereka, mengokohkan hafalan mereka, dan menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat setia di dunia, penolong di alam kubur, serta pemberi syafaat pada hari kiamat.
"Jadikan murajaah sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban. Sebagaimana tubuh membutuhkan makan setiap hari, hati seorang penghafal Al-Qur'an membutuhkan murajaah setiap hari."
#DirasatulQuranAlKarim #Murajaah #TahfizhQuran #AhlulQuran #Pesantren #Istiqamah
Bagikan ke :
